header image
 

All posts in September 9th, 2016

Lukas 17:7-10

Cara untuk memahami bahwa pelayanan bukanlah suatu pilihan adalah dengan memiliki cara pandang seorang hamba. Yesus mengibaratkan bahwa jemaat adalah hamba dan Allah adalah sang Tuan. Maka, sudah seharusnya seorang hamba harus melayani sang Tuan.

Di dalam Lukas 17:7-10, Yesus menggambarkan relasi antara hamba dan tuan. Ada dua hal tentang hamba yang digambarkan oleh Yesus yakni hamba adalah milik tuannya 100% dan tugas seorang hamba adalah (harus) melayani tuannya. Memang pada masa itu kedudukan seorang hamba begitu rendah, bahkan ia dianggap seperti sebuah “benda”. Ia tidak dapat menentukan nasibnya sendiri karena dirinya bukan milik dirinya lagi. Ia tidak memiliki nama karena namanya adalah “Milik tuan A” sesuai dengan anting yang dipasang ditelinganya. Ia hanya diperbolehkan berbicara atas dirinya sendiri ketika berada di pengadilan karena diharuskan untuk bersaksi.

Maria dapat menjadi contoh gambaran hamba dan tuan yang baik. Ketika Maria didatangi oleh malaikat Gabriel di Nazaret dan mengetahui bahwa ia sedang mengandung seorang Anak Allah, ia sangat terkejut. Bagaimana mungkin hal itu terjadi? aku belum bersuami? Di umur yang terbilang muda yakni sekitar 16 tahun ia sudah mengandung. Pikirnya apakah yang akan dikatakan oleh orang-orang Yahudi disekitarnya jika mengetahui bahwa dirinya telah hamil diluar pernikahan? Dia bisa dikira telah melakukan perbuatan zinah dan patut dihukum dengan dirajam oleh batu.

Namun, di dalam ketakutan Maria, ia sadar bahwa ia hanyalah seorang hamba Allah yang rahimnya “dipinjami” oleh Allah untuk menggenapkan karya penebusan Allah atas manusia berdosa. Maka, hal itu menyadarinya untuk tetap memilih untuk sepenuhnya taat kepada perintah Tuhan. Ia tahu bahwa hidupnya bukanlah miliknya, selain Allah yang empunya dan tugasnya adalah melayani Allah. Sehingga dengan berani (mungkin sedikit gugup) ia dapat berkata, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Kerelaan diri Maria untuk menjalani pelayanan ini didorong oleh pola pikir bahwa ia hanyalah seorang hamba yang harus melayani Allah sebagai Tuan-nya.

Itulah gambaran kesetiaan yang Yesus ingin umatnya pada hari ini teladani. Suatu ketaatan secara penuh kepada Tuhan, layaknya hamba kepada tuannya. Kerelaaan melayani Allah tanpa banyak dalih dan ketaatan memberi hidupnya kepada Allah tanpa banyak alasan. Ketika manusia pertama jatuh kedalam dosa, manusia menjadi budak dosa. Namun, penebusan Kristus menjadikan kita berpindah dari budak dosa menjadi budak (hamba) Kristus (Roma 6:17-23). Umat Allah “dibeli” melalui darah penebusan Kristus di Golgota.

Pada konteks saat ini ada dua cara untuk melayani Allah, yaitu : pertama, melakukan kehendak Allah. Kedua, ikut dalam pelayanan gerejawi. Bagaimanakah umat dapat mengetahui kehendak Allah? Jawabannya adalah melalui pembacaan Alkitab secara rutin disertai dengan refleksi diri. Umat Kristen juga perlu ikut di dalam pelayanan gerejawi karena di situlah umat dapat bertumbuh di dalam iman dan ikut di dalam menyaksikan kasih Allah bagi dunia. (Josua J. Sengge)

Khotbah pada ibadah rutin Komisi Remaja,Minggu 28 Agustus 2016

Suatu sore saya makan di sebuah rumah makan di sebuah jalan besar. Ketika hendak menyendok nasi, saya terkejut karena ada sebuah paku bengkok berkarat. Saya tentu saja menyampaikan hal itu kepada pemiliknya. Pemiliknya hanya diam saja dan membuang paku itu serta mengganti nasi saya. Hanya itu. Sejak saat itu saya tidak pernah makan di tempat itu lagi.

Kisah sejati di atas mengingatkan saya akan humor. Suatu kali ada seorang ibu yang makan di restoran. Dia begitu terkejut ketika di mangkuk supnya ada sebuah sekrup. “Pak, di sup saya ada sebuah sekrup!” protesnya.

Dengan kalem penjualnya berkata, “Bu, harga sup itu hanya sepuluh ribu rupiah. Jangan harapkan Ibu mendapatkan traktor di dalamnya!”

Sikap dan tindakan pemilik rumah makan yang menyepelekan masalah ‘kecil’ di atas bukan tindakan terpuji. Jika kita membiarkan dosa ‘kecil-kecil’ di dalam hidup kita, maka kita akan celaka.

Hal-hal kecil apa yang berbahaya?

Rubah: “Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu, rubah-rubah yang kecil, yang merusak kebun-kebun anggur, kebun-kebun anggur kami yang sedang berbunga!” (Kidung Agung 2:15).

Tanduk: “Sementara aku memperhatikan tanduk-tanduk itu, tampak tumbuh di antaranya suatu tanduk lain yang kecil, sehingga tiga dari tanduk-tanduk yang dahulu itu tercabut; dan pada tanduk itu tampak ada mata seperti mata manusia dan mulut yang menyombong” (Daniel 7:8).

Hal-hal kecil apa yang luar biasa?

Awan: “Pada ketujuh kalinya berkatalah bujang itu: ‘Wah, awan kecil sebesar telapak tangan timbul dari laut.’ Lalu kata Elia: ‘Pergilah, katakan kepada Ahab: Pasang keretamu dan turunlah, jangan sampai engkau terhalang oleh hujan’” (1 Raja-raja 18:44). Awan kecil bisa menyebabkan hujan yang lebat.

Roti: “Tetapi Elia berkata kepadanya: ‘Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu’” (1 Raja-raja 17:13). Roti kecil bisa menghasilkan minyak melimpah.

Orang: “Aku ini kecil dan hina, tetapi titah-titah-Mu tidak kulupakan” (Mazmur 119:141). Orang yang merasa dirinya kecil justru bergantung kepada-Nya.

Anak: “Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya” (Yesaya 11:6). Anak kecil yang disertai Tuhan yang besar sungguh luar biasa kuasanya.

Bangsa: “Yang paling kecil akan menjadi kaum yang besar, dan yang paling lemah akan menjadi bangsa yang kuat; Aku, TUHAN, akan melaksanakannya dengan segera pada waktunya” (Yesaya 60:22). Bersama Tuhan yang besar, bangsa yang kecil akan menang.

Ketika seorang petinggi Amerika Serikat datang ke Republik Rakyat Tiongkok, oleh Mao Tze Tung, dia diperkenalkan dengan seorang pembantunya yang setia. Melihat perawakan orang itu, pejabat Amerika itu berbisik ke telinga Mao: “Kok kamu memilih orang kecil itu jadi pembantumu?” Dengan tersenyum Mao menjawab: “Seandainya RRT punya 10 orang kecil seperti dia, kami sudah menguasai dunia!” Siapakah orang kecil itu? Deng Xiao Ping! Berkat reformasi ekonominya, RRT menjadi raksasa ekonomi sekarang.

“Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota” (Lukas 19:17)

Jika kita bisa setia dalam perkara kecil maka Tuhan akan memberikan tanggungjawab yang lebih besar kepada kita ( Lukas 16 : 10 ), sebab barangsiapa yang setia dalam perkara-perkara kecil, ia juga bisa setia dalam perkara-perkara besar.

Teman-teman rindu menerima tanggung jawab besar? Jadilah kecil!

Seorang pemulung berjalan-jalan ditengah tumpukan sampah. Di tengah-tengah sampah tersebut ia menemukan sebuah pengaduk besi yang sudah tua dan berkarat. Sang pemulung kemudian memungut pengaduk besi tersebut dan kemudian meletakkannya di dalam tasnya. Kemudian ia pun berjalan lagi dan di dekat tempat ia menemukan pengaduk besi tadi, ia menemukan sebongkah garam dapur yang sudah sangat kotor. Garam tersebut kemudian ia pungut dan ia masukkan ke dalam tasnya juga. Di dalam tas si pemulung tersebut, garam dan pengaduk besi menjadi akrab. Mereka saling mengenal dan mengasihi satu sama lain, saling berbagi rasa, dan saling sharing tentang perjalanan mereka selama ini.

Sesampainya di rumah, si pemulung mengamplas pengaduk besi yang ia temukan tadi sehingga mengkilap kemudian melumurinya dengan minyak dan meletakkannya di tempat perkakasnya. Sedangkan bongkahan garam dapur yang ia temukan ia bersihkan dari kotoran-kotoran yang menempel padanya kemudian mencucinya sebentar dan meletakkannya di tempat bumbu dapur.

Pengaduk besi dan garam dapur sangat bersedih hati. Mereka yang sudah akrab merasa dipisahkan oleh si pemulung. Mereka menganggap si pemulung kejam karena telah memisahkan mereka. Dan mereka pun sepakat akan protes kepada si pemulung.

Akhirnya si pemulung mendengar protes kedua benda tersebut. Besi berkata “Tuanku, mengapa engkau memisahkan aku dari garam dapur. Ia sahabat sejatiku.” Garam dapur pun protes serupa : “Tidakkah sangat kejam tuan. Aku menyayangi pengaduk besi sahabatku. Mengapa engkau memisahkan kami ?”

Si pemulung menjawab mereka : “Hei pengaduk besi dan garam dapur. Tidak tahukah kalian bahwa jika kalian bersatu terlalu lama akan merusakkan satu sama lain. Tidak tahukah kalian bahwa garam dapur akan larut oleh uap air dan membentuk air garam. Air garam dapat bereaksi dengan besi dan menimbulkan karat kemudian karat itu akan mengotori kalian semuanya. Aku akan menyatukan kalian lagi saat aku memasak, kemudian aku akan membersihkan kalian lagi.”

Renungan:
Kisah garam dapur dan pengaduk besi ini adalah kisah perumpamaan tentang kehidupan kita sehari-hari. Mungkin kita merasa Tuhan sangat kejam kepada kita karena permohonan kita dalam doa tidak terkabul atau mungkin kita ditinggalkan oleh seorang yang kita kasihi. Tetapi ingatlah teman-teman bahwa pikiran kita sangat terbatas. Kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi jika permohonan kita dikabulkan Tuhan. Hanya Tuhan yang mengetahui hal yang terbaik bagi kita.

Thomas Setiawan(KMK UKP)

 

Lampiran Keputusan: NO.026/SK/MJ-AGAPE/2016

 

SUSUNAN PANITIA BULAN KELUARGA, PERAYAAN NATAL 2016, TAHUN BARU, TAHUN BARU IMLEK, PASKAH DAN HUT JEMAAT GMIT AGAPE TAHUN 2017


 

 

PENASEHAT : MAJELIS HARIAN
  : BP3J
     
PENANGGUNG JAWAB : PDT. ANTHONETHA MANOBE, S.Th
  : MAJELIS KOMISI WANITA
  : KETUA KOMISI WANITA
     
KETUA : IBU. THERESIA GUINTA
WAKIL KETUA : IBU. LILY LEONORA
SEKRETARIS I : IBU. LILY BOESDAY
SEKRETARIS II : IBU. ANNA RIWU KAHO
BENDAHARA : IBU. LENNY LAY

 

 

SEKSI ACARA :  1. IBU. MARTHENTJE PUTRI LEDOH-PAH
     2. SDRI. PRISILIA DAUD
    3. SDRA. LUCA SURYAWAN HERMANUS
    4. SDRA. LOUIS FERDINAND BOESDAY
    5. SDRI. NOVITA ANTHONIUS
    6. SDRI. RIKA KARMALEY
       
DEKORASI : 1. IBU. FRANSISCA LIE
    2. BPK. PAUL E. DIMA
    3. IBU. INGRID A. BOESDAY
    4. SDRA. RISKY BIRE
       
KONSUMSI : 1 IBU. TARTOTJI FANGGIDAE-GO
    2. IBU. WANNY HISKIA
       
DOKUMENTASI : 1. IBU. FORA LILIANA
    2. BPK. KENHOGI HOBIYONO
       
PERLENGKAPAN : 1. IBU. MARIA LUDJI
    2. BPK. NITI SUMARNO
    3. BPK. JONATHAN LUDJI
       
TRANSPORTASI : 1. BPK. RUSYANTO N.C HISKIA
    2. BPK. MEINAR S. FINA
       
DOA : 1. ELLEN AMALO
    2. IBU. BEFERLY GUINTA
    3. IBU. IRAWATI
       
KEAMANAN : 1. BPK. JOHN SENGGE
  : 2. BPK. HENOCH BIRE
       
USAHA DANA : 1. IBU. THERESIA NUSSY
    2. BPK. DAVID GUNAWAN

 

 

 

Ditetapkan di : Kupang
Pada Tanggal : 01 SEPTEMBER 2016

 

 

 

MAJELIS JEMAAT GMIT AGAPE KUPANG

 

LAURENSIUS LULU, MM LAURENSIUS OEMATAN
Ketua Sekretaris

 

 

Lampiran Keputusan NO.025/SK/MJ-AGAPE/2016

 

SUSUNAN PENGURUS

KOMISI REMAJA JEMAAT GMIT AGAPE KUPANG

TAHUN 2016-2017

 

 

KETUA : JANUARY REYNALDI ROHI MONE
WAKIL KETUA : MUSA LERIK
SEKRETARIS 1 : AMANDA ALICIA LEHA
SEKRETARIS 2 : CHRISTIAN BASTIAN TALLO
BENDAHARA 1 : CELINE ELIMTALI
BENDAHARA 2 : HABEL DWIMARCH IMMANUEL DJAMI

 

SEKSI-SEKSI

  • SEKSI ACARA
  1. MICHAEL RIWU KAHO (KOORDINATOR)
  2. NAOMI CHRISTINE ROHI MONE
  3. ROSITA INGGRID BENU
  4. PAULA INDAH AMALO
  5. RIZKY DAVIDSON BIRE

 

  • SEKSI PEMERHATI
  1. ARIE SAMUEL NGAHU (KOORDINATOR)
  2. JULIO MARTHINUS SOARES FANDA
  3. GRACEYANA JENNIFER
  4. MAGGIE ANASTASYA GUNAWAN

 

  • SEKSI PERLENGKAPAN
  1. TEDDY ELIM TALI (KOORDINATOR)
  2. JHOSUA ABINENO
  3. SUCHY KRESTANTY
  4. MICHELLE PUTRI
  5. GIOVANI MATULESY

 

  • SEKSI DOKUMENTASI
  1. TANYA ANGELICA DIMA (KOORDINATOR)
  2. CALVIN SULARDI
  3. MICHELLE JACOB
  4. CHERIL HIZKIA
  5. ARTHUR SAMDOKO

 

Ditetapkan di :

Kupang

Pada Tanggal : 01 SEPTEMBER 2016

 

MAJELIS JEMAAT GMIT AGAPE KUPANG

  1. LAURENSIUS LULU, MM
LAURENSIUS OEMATAN
Ketua Sekretaris
   

 

 

 

 

Pada hari Sabtu,3 September 2016 dilaksanakan penggembalaan bagi panitia pelaksana hari raya gereja serta badan pengurus Komisi Remaja 2016-2017 yang akan diperhadapkan pada ibadah Minggu,4 September 2016.Penggembalaan dan ibadah dipimpin oleh Pdt.Yandhi Manobe,S.Th.

 

-Ibadah Penggembalaan :

-Perhadapan Badan Pengurus Komisi Remaja 2016-2017 :

-Perhadapan Panitia Pelaksana Hari Raya Gereja 2016-2017 & HUT Agape 2017 :

Bola basket dalam tanganku berharga $19.
Bola basket dalam tangan Michael Jordan berharga $33 juta.
Tergantung ada dalam tangan siapa.

Baseball dalam tanganku berharga $6.
Baseball dalam tangan Mark McGuire berharga $19 juta.
Tergantung ada dalam tangan siapa.

Raket tenis tak ada gunanya dalam tanganku.
Raket tenis dalam tangan Venus Williams menghasilkan kemenangan dalam kejuaraan dunia.
Tergantung ada dalam tangan siapa.

Tongkat dalam tanganku menghalau binatang buas.
Tongkat dalam tangan Musa membelah lautan luas.
Tergantung ada dalam tangan siapa.

Ketapel dalam tanganku merupakan mainan anak-anak.
Ketapel dalam tangan Daud merupakan senjata dahsyat.
Tergantung ada dalam tangan siapa.

Kau lihat sekarang, segala sesuatu tergantung ada dalam tangan siapa.
Jadi serahkan segala masalahmu, kekhawatiranmu, ketakutanmu,harapan-harapanmu, impian-impianmu,keluargamu, kawan serta sahabat-sahabatmu dalam tangan TUHAN sebab…
segala sesuatu tergantung ada dalam tangan siapa.

 

Pada tanggal 18-19 Agustus 2016,Pemuda GMIT Agape berkesempatan mengadakan KKR Keselamatan & Tanya Jawab dengan tema “Mengapa Hanya Yesus ?” .KKR ini dilaksanakan di Taman Nostalgia Kupang pada pukul 18.00 dengan pembicara Pdt.Esra A.Soru,S.Th,M.Pdk.Orang-orang yang hadir pada KKR ini juga diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan lewat line khusus SMS dengan mencantumkan nama dan asal gereja mereka.