header image
 

All posts in June 6th, 2015

Tipuan Cinta…

Mark 10:1-9

Seorang pemuda terlibat cinta segitiga;  pasti kisah cinta segitiga bakalan seru dan menghebohkan kalau dimainkan – atau ditayangkan dalam serial sinetron.  Makanya, enggak sedikit film dan novel mengangkat tema cinta segitiga yang complicated. Itu sih kalo di film… coba kalo kita yang mengalami sendiri – pasti bakalan berderai-derai air mata deh! Enggak ada kebahagiaan dalam cinta yang terbagi-tidak ada kata happy ending go to married.

Pemuda – pemudi, banyak wanita bersedia “dimadu” karena banyak alasan. Karena merasa dialah jodohnya; berbagai alasan karena terlanjur cinta atau tidak  mampu menolak cintanya. karena merasa udah cinta mati banget, jadinya lebih baik jadi yang kedua daripada enggak dapat sama sekali. Itulah tipuan cinta. Kita tertipu oleh definisi cinta yang keliru. Cinta sama sekali bukan semata soal perasaan, tapi peraturan dan kehendak Tuhan.

Tuhan melarang percabulan dan perselingkuhan. Tuhan yang menciptakan keluarga –  pernikahan sebagai bentuk kesatuan yang enggak boleh diceraikan manusia. Jadi, kalo kita berharap agar seseorang yang kita cintai meninggalkan istri-suaminya untuk menikahi  kita – itu sama dengan melawan kehendak Allah.

Pemuda-pemudi yang masih single, kita harus pandai-pandai menempatkan diri, dalam hal pedekate dgn lawan jenis, untuk menemukan pacar yang baik, dan kelanjutan untuk memutuskan menjadi pasangan hidup kita. Jangan terlibat cinta segitiga- cinta yang palsu- cinta yang egois dan sangat jahat.

Cinta dalam alkitab sama sekali bukan seperti itu. Makanya, kalo ada cowok beristri-wanita bersuami ;  yang rajin curhat ama kita – watch your step! Hindari keterlibatan pribadi dengan rumah tangga orang –  sebelum kita nyesel belakangan.Sebagai pemuda-pemudi beriman, pilihlah untuk takut akan Tuhan daripada larut dalam emosi.

Disadur dari Renungan Kristen

MENARI UNTUK TUHAN…

BACAAN : KOL 3:23-24, MAT 5:16

Karissa Schlosser adalah seorang ice-skater yang berbeda dari yang lain. Gadis berumur 16 tahun ini memutuskan untuk memuliakan Tuhan melalui dunianya, ice skating. Saat meluncur di atas es, Karissa melakukannya seolah ia menari untuk Tuhan. Dan ia memang sungguh menari untuk Tuhan. Karissa memilih seorang pelatih Kristen yang memiliki hati yang sama seperti dirinya, untuk membuatkan koreografi tarian yang memuliakan Tuhan.

Sejak usia 13 tahun, Karissa bahkan memutuskan untuk menari hanya dengan diiringi lagu rohani. Ketika untuk pertama kalinya ia tampil solo, dipilihnya lagu-lagu rohani seperti “I Can Only Imagine”, “Who Am I?”, dan “You Raise Me Up”. Suasana ruangan mendadak berubah. Semua penonton merasa sangat diberkati dengan performanya. “Aku ingin semua orang tahu bahwa tarianku berbicara tentang Tuhan Yesus”

PEMUDA-PEMUDI, kita bisa memuliakan Tuhan dengan berbagai cara. Apa yang menjadi bakat atau talenta kita bisa berbeda-beda, namun kita bisa memakainya untuk tujuan yang sama, to glorify our Lord!

–       Seperti  Miriam mengambil rebana untuk menari setelah melewati Laut Merah yang terbelah.

–       Seperti gembala muda Daud dengan umban batunya.

–       Seperti Salomo dengan puisi-puisinya.

–       Seperti Musa dengan tongkatnya.

–       Seperti Lidya dengan hasil dagang kain ungunya.

–       Seperti anak kecil dengan 5 roti dan 2 ikannya.

Apapun juga yang kita miliki dan bisa kita lakukan, dapat kita pakai untuk memuliakan nama-Nya.

Dalam hidup ini , kita selalu punya kesempatan dan diberi kesempatan untuk memuliakan Tuhan, hingga banyak orang boleh berkata ”Sungguh Tuhan itu ajaib!”

Disadur dari Renungan Kristen